NABI MUHAMMAD SAW SEBAGAI USWATUN HASANAH ( Bagian Ketiga )
Assalamualaikum wr wb
Bismillahirrahmanirrahiim
Allahumma shali wasalim sayyidina Muhammad. Segala puja dan puji milik Allah , Tuhan Seru Sekalian Alam. Dia pencipta langit dan bumi , Dia penguasa tunggal di Hari Pembalasan Nanti , Dia itu Maha Dzat yaitu Allah SWT. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada junjungan kita, junjungan umat, Nabi termulia , Rasul paling Agung yaitu Baginda Sayyidina Muhammad SAW beserta keluarganya beserta para sahabatnya.
Saudaraku, sidang pembaca yang berbahagia. Dibagian Ketiga ini , saya akan menulis setentang sifat Pemurah dari Rasulullah SAW , sebagai berikut :
Sifat Pemurah tercermin dalam kehidupan Rasulullah. Setiap ada orang yang memerlukan bantuan , maka beliau selalu mengulurkan tangan untuk membantunya. Rasulullah tidak pernah menolak jika ada orang yang datang kepadanya untuk minta tolong. Walaupun orang yang datang kepadanya meminta sesuatu dengan kasar, tetapi beliau menerimanya dengan gembira dan lemah lembut.
Pada suatu saat ketika Rasulullah sedang berjalan bersama Anas bin Malik ( pembantu beliau ), tiba-tiba datang seorang Badui kepada beliau dan langsung menarik leher baju beliau dengan keras hingga membekas merah dileher beliau. Orang Badui itu lalu berkata : " Hai Muhammad, beri aku bagian dari harta Allah yang ada padamu! ". Rasulullah menoleh kepada orang Badui itu . Beliau tidak marah , bahkan tersenyum ramah. Beliau lantas memerintahkannya kepada pelayannya agar permintaan orang Badui itu dipenuhi. Begitulah sifat pemurahnya Rasulullah SAW.
Pada suatu hari Rasulullah melihat sekantong buah kurma yang berada di dekat Bilal. Beliau bertanya : " Apa ini , hai Bilal? . " " Itu aku simpan untuk tuan dan tamu-tamu , ya Rasulullah. " Jawab Bilal. Rasulullah berkata pula : " Tidak takutkah engkau, bahwa makanan itu nanti akan menjadi benih di Neraka ? " Sedekahkan dan jangan takut miskin. Sesungguhnya Allah akan menggantinya. "
Ada kisah lain mengenai kemurahan Rasulullah sebagai berikut : Pada suatu hari beliau keluar dengan mengenakan baju gamis. Tiba-tiba datang seorang Anshor menghampiri beliau dan meminta baju gamis yang dipakai beliau. Dengan senang hati beliau membuka baju gamisnya, lalu diberikan kepada orang itu. Beliau lalu membeli lagi sebuah baju gamis untuk dipakainya. Kini uang beliau tinggal dua dirham. Ditengah perjalanan beliau berjumpa dengan seorang wanita budak yang sedang menangis. Beliau bertanya : " Mengapa engkau menangis ? " Dengan tersedu wanita budak itu menjawab : " Ya Rasulullah , majikan saya menyerahkan uang dua dirham untuk membeli gandum , tetapi uang itu hilang. " Tanpa berpikir lagi , Rasulullah langsung menyerahkan sisa uangnya yang dua dirham itu kepada wanita tersebut. Baru saja Rasulullah akan beranjak pergi, tiba-tiba wanita budak itu menangis lagi. " Mengapa engkau masih menangis ? Bukankah uang hilang itu sudah kuganti? " tanya Rasulullah. Wanita itu menjawab : " Saya takut dimarahi dan dipukul oleh majikan saya." Rasulullah SAW lalu mengantarkan wanita budak itu kerumah majikannya. Itulah sebagian dari sifat Pemurah Rasulullah SAW. ( Bersambung ).
Saudaraku , sidang pembaca yang berbahagia. Sampai disini saya sudahi dulu tulisan religius ini , Bagian Ketiga. Kita nantikan penulisan selanjutnya judul sesuai tersebut diatas Bagian Keempat pada penerbitan mendatang. Terima kasih atas segala perhatian serta mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Waafwa minkum wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
***
* Bahan-bahan ( materi ) diambil dan dikutip dari buku : AQIDAH AKHLAK . Oleh : Drs Masan Alfat dan Drs Abdul Rosyid. *
***
* Artikel religius ini dapat anda temukan pada Website kesayangan : hajisunaryo.com *
***
* Artikel religius ini juga dapat anda temukan pada Website : Www.hsunaryo.blogspot.co.id *
***
Komentar
Posting Komentar