NABI MUHAMMAD SAW SEBAGAI USWATUN HASANAH ( Bagian Pertama )
Assalamualaikum wr wb
Bismillahirrahmanirrahiim
Allahumma shali wasalim sayyidina Muhammad. Pertama-tama saya mengucapkan puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT atas Rahmat dan Maunah-Nya lah saya dapat menyusun tulisan religius sesuai judul tersebut diatas. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada junjungan kita , junjungan umat , Nabi termulia , Rasul paling Agung yaitu Baginda Sayyidina Muhammad SAW beserta keluarganya beserta para sahabatnya.
Saudaraku , sidang pembaca yang budiman. Uswatun Hasanah artinya,teladan yang baik. Nabi Muhammad SAW sebagai Uswatun Hasanah maksudnya adalah bahwa pada diri Nabi Muhammad SAW terdapat contoh - contoh yang baik. Firman Allah SWT : ( Artinya ) : " Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu . " ( QS : Al - Ahzab : 21 ) .
Semua perilaku Nabi Muhammad SAW merupakan sifat - sifat terpuji yang selalu tercermin dalam setiap langkah beliau antara lain : Dipercaya , Jujur , Pemurah , Pengasih , Penyayang .
Kita mulai dengan sifat : Dipercaya . Bahwa sejak kecil Nabi Muhammad telah memperlihatkan akhlak yang luhur. Ia tekun dan rajin bekerja. Tutur bahasanya jelas dan tegas. Apabila disuruh mengerjakan sesuatu, maka ia lakukan pekerjaan itu dengan penuh tanggung jawab. Ketika ia diminta untuk mengembalakan kambing oleh saudaranya , maka ia lakukan tugas itu dengan sebaik-baiknya. Ia berusaha agar jangan ada seekor kambingpun yang hilang atau mati diterkam Singa. Ia tidak pernah ikut dalam pesta - pesta dan foya-foya yang sering dilakukan oleh anak - anak muda dijalan - jalan atau dipasar-pasar. Karena tutur bahasanya yang lemah lembut dan
jelas , serta kejujurannya yang kelihatan sejak ia masih kanak-kanak, maka penduduk Mekkah memanggilnya Al-Amin, artinya yang terpercaya.
Kejujuran Muhammad makin terkenal keseluruh peloksok Mekkah dan sekitarnya. Ketika Khadiijah seorang saudagar terkaya di Mekkah hendak memberangkatkan Kafilah dagangannya ke Negeri Syam, maka Khadiijah mempercayakan Muhammad untuk memimpin Kafilah dagangannya. Amanat dari Khadiijah dilaksanakan oleh Muhammad dengan penuh tanggung jawab. Dengan budi bahasa yang luhur dan
kejujuran. Muhammad menjual barang dagangan milik Khadiijah. Tidak lama kemudian , barang dagangan itu habis terjual dengan meraih keuntungan yang besar.
Melihat keberhasilan Muhammad dalam menjual barang dagangannya, Khadiijah sangat senang. " Muhammad memang benar - benar orang yang dapat dipercaya ", demikianlah kesan Khadiijah. Akhirnya , dengan ridha Allah , Khadiijah menikah dengan Muhammad.
Setelah menikah dengan Khadiijah , makin tampak keluhuran budi Muhammad. Beliau lebih banyak lagi mendapat kesempatan untuk menolong orang yang membutuhkan baik dengan harta , tenaga atau pikiran. Ketika Ka'bah mengalami kerusakan akibat banjir , beliau turut bekerja bersama masyarakat Mekkah.
Setelah menjadi Nabi , beliau semakin jelas kelihatan sebagai orang yang dipercaya. Semua ucapan beliau sejalan dengan perbuatannya. Jika beliau menganjurkan kepada umatnya agar hidup sederhana , maka kesederhanaan itu pun beliau laksanakan dalam kehidupannya. Ibnu Mas'ud berkata : " Saya datang kerumah Rasulullah SAW, beliau baru saja bangun tidur diatas sehelai tikar, dan bekasnya masih tampak dilambung beliau. Maka saya berkata : " Ya Rasulullah , bagaimana kalau saya buatkan kasur yang bisa tuan hamparkan diatas tikar? ". Rasulullah SAW menjawab : " Apa artinya aku dan dunia ini ? Aku dan dunia ini tak ubahnya seperti seorang kelana yang berteduh dibawah sebatang pohon. Kemudian iapun pergi meninggalkan nya. "
Beliau menyuruh umatnya untuk bersifat rendah hati dan menghormati tamu , maka beliau sendiri melakukannya.
Seperti dikisahkan : Ketika datang seorang tamu kerumah beliau , dengan ramah tamu itu disambutnya. Beliau mempersilahkan tamu itu duduk diatas bantal , sedangkan beliau sendiri duduk dilantai, padahal tamu itu dari kalangan rakyat biasa dan musuh pula.
Itulah sebagai contoh dari kebenaran ucapan Rasulullah yang senantiasa sesuai dengan kelakuan beliau. Jadi , sangat pantas jika beliau mendapat gelar Al-Amin , yang dipercaya . ( Bersambung ) .
Saudaraku , sidang pembaca yang terhormat. Sampai disini saya sudahi dulu tulisan religius ini Bagian Pertama. Kita nantikan penulisan Bagian Kedua pada penerbitan mendatang. Terima kasih atas segala perhatian serta mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Jumpa lagi kita , insya Allah dikesempatan lain tentu saja dengan judul yang sama Bagian Kedua. Waafwa minkum wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
***
* Bahan-bahan ( materi ) diambil dan dikutip dari buku : AQIDAH AKHLAK . Oleh : Drs Masan Alfat dan Drs Abdul Rosyid. *
***
* Artikel religius ini dapat anda temukan pada Website kesayangan : hajisunaryo.com *
***
* Artikel religius ini juga dapat anda temukan pada Website : Www.hsunaryo.blogspot.co.id *
***
Komentar
Posting Komentar