NABI MUHAMMAD SAW SEBAGAI USWATUN HASANAH ( Bagian Kedua )
Assalamualaikum wr wb
Bismillahirrahmanirrahiim
Allahumma shali wasalim sayyidina Muhammad. Pertama-tama saya mengucapkan puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT atas Rahmat dan Maunah-Nya lah saya dapat menyusun tulisan religius sesuai judul tersebut diatas. Shalawat serta salam semoga senantiasa terlimpahkan kepada Nabi Muhammad , tiada lagi Nabi sesudahnya. Shalawat dan salam semoga juga terlimpahkan atas keluarga beliau ( Nabi SAW ) beserta para sahabatnya.
Saudaraku , sidang pembaca yang budiman. Dibagian Kedua ini , judul tulisan sesuai tersebut diatas , kali ini saya akan melanjutkan penulisan setentang sifat Rasulullah SAW yaitu : Jujur , sebagai berikut :
Rasulullah menyuruh kita memperhatikan kejujuran, karena didalam kejujuran terdapat keselamatan. Rasulullah SAW adalah orang yang memiliki sifat jujur yang tidak ada bandingannya. Sejak kecil beliau sudah berani mengatakan dengan sejujurnya dan yakin sepenuhnya terhadap apa yang dikatakannya.
Suatu ketika , pada waktu dia masih kecil, ia pernah disuruh bersumpah dengan nama Lata dan Uzza , maka ia berkata : " Jangan anda suruh aku dengan nama itu. Demi Allah tidak ada sesuatu yang paling aku benci, seperti kebencianku terhadap kedua nama itu. "
Ketika beliau diangkat menjadi Rasul , untuk pertama kalinya beliau berdiri di atas bukit Shafa untuk mengajak sanak keluarganya memeluk agama Islam, maka beliau berkata : " Bagaimana pendapat kalian , kalau aku khabarkan, bahwa dari kaki gunung ini akan keluar seekor kuda, apakah kalian akan membenarkan aku ?" . " Kami belum pernah melihat engkau berdusta ? " Jawab mereka. Nabi berkata pula : " Sesungguhnya aku adalah seorang yang memberi peringatan kepadamu dalam menghadapi suatu siksa yang dahsyat. "
Suatu pagi ketika Rasulullah sedang duduk termenung, datang Abu Lahab dan berkata : " Hai Muhammad , apa yang sedang engkau pikirkan ?" . Nabi menjawab : " Semalam aku melakukan Isra' Mi'raj, melakukan perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha , lalu ke Sidratul Muntaha." Mendengar jawaban Rasulullah, Abu Lahab mengejek dan mengatakan, bahwa Rasulullah telah berdusta. Kemudian Abu Lahab mengumpulkan masyarakat Mekkah dengan maksud untuk menunjukkan kebohongan Nabi dihadapan orang banyak. Dengan berkumpulnya orang banyak , Rasulullah merasa senang, karena dapat menceritakan yang sejujurnya tentang peristiwa Isra' Mi'raj yang baru saja beliau alami.
Suatu saat karena letihnya, Rasulullah tertidur dibawah sebatang pohon. Tiba - tiba datang seorang musuh, bernama Da'sur membangunkan dengan pedang terhunus , sambil berkata : " Hai Muhammad, sekarang siapa yang akan menolongmu dari pedangku ini ? " . Dengan jujur dan tenang Rasulullah SAW menjawab : " Allah Yang Maha Kuasa . " Mendengar jawaban Rasulullah , Da'sur gemetar dan pedang ditangannya terlepas.
Demikianlah beberapa contoh dari kejujuran Rasulullah. Kita hendaklah meneladani kejujuran yang telah dilakukan Rasulullah. Dalam kehidupan sehari - hari , baik dirumah , disekolah ( kampus ) , dikantor dan di masyarakat, kejujuran harus dibiasakan.
Allah menyayangi orang yang berlaku jujur . ( Bersambung ) .
Saudaraku , sidang pembaca yang budiman. Sampai disini saya sudahi dulu tulisan religius ini Bagian Kedua. Kita nantikan penulisan selanjutnya Bagian Ketiga pada penerbitan mendatang. Terima kasih atas segala perhatian serta mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Jumpa lagi kita , insya Allah dikesempatan lain tentu saja dengan judul yang sama Bagian Ketiga. Waafwa minkum wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
***
* Bahan-bahan ( materi ) diambil dan dikutip dari buku : AQIDAH AKHLAK . Oleh : Drs Masan Alfat dan Drs Abdul Rosyid *
***
* Artikel religius ini dapat anda temukan pada Website kesayangan : hajisunaryo.com . *
***
* Artikel religius ini juga dapat anda temukan pada Website : Www.hsunaryo.blogspot.co.id . *
***
Komentar
Posting Komentar